
Coba perhatikan betul-betul peta diatas ini. Apakah Samosir itu adalah sebuah pulau?
Ya, sejak tahun 1900an Samosir resmi sebagai pulau karena Belanda telah membuat terusan di Tano Ponggol yang memisahkan Samosir dengan daratan Sumatera. Mengapa Belanda melakukan itu?
Menurut buku-buku budaya Batak, Tano Ponggol di “potong” belanda dengan dua alasan. Yang pertama, untuk memperlancar transportasi air. Yang kedua, secara psikologis Belanda ingin memecah belahkan Bangso Batak. Anda percaya itu?
Coba tutup mata anda dan bayangkan samosir. Spontan di benak kita pasti membentuk imagi seakan-akan kita berdiri dari Siantar atau Parapat memandang ke arah Samosir. Karena memang akses ke Samosir sejak satu abad ini harus melalui pesisir barat, Sumatera. Sori, tapi ini adalah pandangan yang salah terhadap Samosir. Tapi mau bilang apa. Lagi-lagi kerjaannya Belanda yang memindahkan kesibukan Sumatera Utara dari pesisir barat ke pesisir timur pada akhir abad ke-19. Sekarang pesisir barat itu mati.
Padahal sejak ribuan tahun lalu, Barus, yang terletak di pesisir barat Sumatera Utara, merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Kemenyan dari Danau Toba adalah kemenyan terbaik di Dunia. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia berdatangan ke Barus untuk mendapatkan kemenyan. Kesibukan ini terus berlangsung sampai akhir abad ke-19 sampai Belanda membangun Belawan dan meramaikan perairan Selat Malaka.
Nah, anggaplah kita hidup di jaman sebelum abad ke-19. Sekarang tutup lagi mata anda, dan bayangkan Samosir. Di benak anda pasti terbentuk gambaran tentang Samosir dari sisi barat. Seakan-akan anda berdiri di puncak bukit Tele, memandang ke arah Samosir. Bagi yang pernah ke Tele, anda pasti mengerti maksudku. Inilah imagi terhadap Samosir yang BENAR!
Pandangan terhadap Samosir akan jauh berbeda jika memandangnya dari barat. Ditambah lagi pada masa itu Tano Ponggol belum terpotong. Sehingga Samosir dan Pulau Sumatera menjadi satu kesatuan dengan satu pintu masuk. The Golden Gate: Tano Ponggol. The only one!
Mungkin anda menyetujui hal ini namun tetap bertanya, and then what..??
Coba perhatikan baik-baik gambar Google Earth dibawah ini:
Kalu anda cerdas, anda tidak akan hanya melihat Samosir itu pulau biasa.
Ingat bentuk istana kerajaan-kerajaan Eropa sana yang digambarkan film-film Hollywood? Suatu tempat sakral dikelilingi parit air buatan, dengan satu pintu masuk megah di bagian depannya. Biasanya di pintu masuknya itu dijaga ketat oleh prajurit-prajurit perang terbaik kerajaan tersebut.
Coba kembali ke pandangan Samosir dari barat ini. Mirip dengan gambaran Samosir yang sebenarnya. Suatu tempat dikelilingi Danau Toba dengan pintu masuk Tano Ponggol dan di jaga oleh Pusuk Buhit.
Nah, apa itu Pusuk Buhit? Ini adalah tempat memanjatkan sembah dan pujian terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa (baca: Gunung Suci Pusuk Buhit). Tidak sembarang orang dapat naik ke puncaknya. Untuk menyampaikan sembah pujian pada Tuhan di puncak Pusuk Buhit, hati kita harus bersih, kosong, dan tidak punya niat lain kecuali ingin memuliakan Sang Pencipta. Berdoa di Pusuk Buhit haruslah meninggalkan ambisi duniawi. Itulah kegiatan spiritual yang paling tinggi. Sulit memang.
Kembali ke gambar, jelaslah sudah, bahwa untuk memasuki Samosir, anda harus mendekatkan diri dulu pada Tuhan Allah. Bukan sekedar doa kata-kata, namun harus secara spiritual melakukan hubungan vertikal yang suci. Barulah pintu Tano Ponggol terbuka lebar untuk anda dan Samosir menyambut dengan seyuman ceria dibalik pintu itu.
Dengan kontur alam Danau Toba dan sekitarnya yang seperti itu, dan fungsi Pusuk Buhit yang menjaga Samosir di depannya, Pertanyaannya sekarang adalah:
JADI APAKAH SEBENARNYA SAMOSIR INI?
MENGAPA BELANDA MEMOTONG TANO PONGGOL DAN MEMINDAHKAN KESIBUKAN DARI PESISIR BARAT KE PESISIR TIMUR?



Cendik nai si Pikky on ate …
Pemikiran yang sangat bagus laekku..
jadi teringat sama artikel tentang peneliti asal brasil yang menyatakan indonesia itu paling mungkin sebagai kandidat Atlantis.. dan Ledakan gunung toba lah yg jangan2 memusnahkan semua itu??
VIKY:
Mauliate Lae.. Aku memang salah satu penggemar Prof. Arysio Santos dari Brazil itu sejak 10 tahun lalu. Teori Atlantisnya luar biasa. Indonesia, indeed, is proven as where Atlantis was.
Luaaaar biasa!!
Terima kasih buat pencerahannya.
Darimananya inspirasimu menulis ini bang ?
Alai hebat do ho fuang.. Haro iba na sian hitaan dang sahat dope utok-utok tusi.. Salut untuk dedikasimu terhadap Bona Pasogit.
wow keren neh..Aku maw membahas masalah barus itu sedikit,mungkin ini hanya pikiran ku aja,gini dia bang.Masalah tiga raja yang datang dari timur untuk melihat bayi Yesus dengan membawa wangi-wangian ataw kemenyan,sampe sekarang itu kan masih belum terungkap dari mana asal asli nya tiga raja itu.Mungkin itu dulu nya raja-raja dari batak ataw dari barus yang datang melihat bayi Yesus,kalo emang mungkin,mungkin itu juga alasan nya mengapa orang2 batak banyak yg di berkati baik dalam usaha dan karir..hmmmmm..
VIKY:
Hehehe, you’re smart bah. Aku juga sudah berbulan2 menyelidiki hubungan orang Majus dgn Batak. Memang kata Majus berasal dari Yunani, Magos. Artinya magic atau sihir2 gitulah. Itu bukan nama asli mereka melainkan sebutan orang2 terhadap mereka. Karena orang majus ini dulu satu2nya suku yg punya ilmu perbintangan yg bukan mereka gunakan hanya sebatas untuk navigasi di lautan luas. Ilmu itu telah diwariskan beribu2 tahun dari nenek moyangnya. Mereka memahami susunan/gugus bintang2 dilangit yg terus berubah dan mengetahui secara detail apa akibatnya terhadap isi bumi. Ini adalah science, namun orang dulu (bahkan orang sekarang, trutama Kristen “stengah2″) menganggap itu ilmu sihir kaya Harry Potter. Buktinya itu science? contoh kecil aja: pada saat bulan purnamama, bnyk sekali perubahan di Bumi baik dari alam sampai ke human behaviour. Laut jadi pasang. Ikan sembunyi makanya nelayan gak pada turun ke laut. Binatang bnyk yg kawin. Tingkat kriminal tinggi (data statistik LAPD). Itu baru posisi bulan, apalagi bintang yg jumlhnya miliaran itu. Makanya dibilang Magic, magos, majus. Tapi bagaimanapun di Alkitab dibilang orang majus ini “The wise man from the East”. Orang2 mengakui mereka bijak karena bisa tau akan kelahiran Yesus bukan krn dapat info dari malaikat, namun karena talenta mereka sendiri.
Dengan pengetahun mereka itulah jadinya mereka sudah tau kelahiran Yesus jauh sebelum Yesus lahir. Mereka melihat susunan bintang yg luar biasa, dgn berjejernya bintang2 tertentu dalam satu garis dan mengakibatkan satu bintang yg sangat terang. Akumulasi sinarnya menarik garis lurus ke satu arah disebelah barat mereka. Maka mereka mulai berjalan bertahun2 ke barat dan sampai di betlehem tepat waktu (yg kemudian hari itu disepakati menjadi tgl 25 Desember 0000). Hebat ya mereka!
Mereka orang Batak? well, maybe yes, maybe not, secara Bataklah satu2nya suku yg punya ilmu perbintangan serupa. Namun orang batak sendiri gak ada lagi yg tau. Ilmu itu sudah punah? hmmm masih ada di Buku Laklak batak yang asli. Buku itu masih ada. Di salah satu museum di Belanda. Di buku itulah juga tersimpan semua rahasia tentang Batak dan alam semesta. Hebat ya Belanda…
Yah emang Belanda hebat mencuri dan hebat mengadu domba.Dan satu kelemahan nya orang batak jaman dulu menerima paham Keristen mentah-mentah dan membaca alkitab enggak bener-bener di telaah secara benar,dan akhir nya mengangap kalo lak-lak itu sendiri adalah buatan setan-setan maka nya orang batak jaman itu cuek aja kalo lak-lak nya di ambil dan di curi ma belanda,coba kalo aja lak-lak itu masih ada dan di buat sebagai kurikulim di sekolah-sekolah mungkin orang indonesia dan orang batak pada khusus nya bisa menjadi ahli BMG.. heheheheh..ini hasil analisa BMG sering meper dan banyak gak betul nya.
VIKY:
Kalo kutengok ada hikmahnya juga Buku Laklak itu diambil Belanda. Dengan demikian buku itu masih terawat dengan rapih hingga saat ini. Kalau buku itu tetap di orang batak, mungkin udah hancur lebur. Karena memang penanganan benda purbakala ini tidak mudah. Katanya kalo buku itu diangkat pake tangan biasa langsung hancur berkeping2 keping.
Kedua, biaya perawatannya sangat tinggi. Sebenarnya pemerintah belanda mau2 aja kasih itu ke pemerintah Indonesia. Tapi mereka gak yakin pemerintah kita bisa handle buku laklak ini dengan baik. Ya iyalah, ngurus hutan aja gak becus apalagi buku laklak hehehe.
Ketiga, untuk ada orang Amerika yg perduli mempelajarinya. Namanya Uli Kozok, dosen di University of Hawaii.
Kalau mau tau lebih lanjut ttg buku Laklak, ada sedikit ulasannya di sini
Fantastic idea, but, sorry, ito, it made me laugh so hard.. Maybe I’m not spriritual enough. Of course it’s a great picture, but, nowhere close to reality, since ther is 100eds of BOATS! But then again, maybe it’s the ulitmate truth and I just don’t get it. I appreciate it anyway.
P.S Kalau tak salah Uli kozok itu orang jerman?
VIKY:
Orang Jerman… yes, you right.. Bah, ai songoni ma sesama halak Jerman, ho. Terus protes.. hehehe.. anyway mauliate ma, ito
Ala songonna ditaringoti lae do 3 Parroha sian Purba i, baen lae ma jo antong ende na marparsaoran tu Haporseaon ni halak Batak Kristen manang Kristen Batak…
Bagus nich artikel
Creatif juga
fotonya top abis, dapet dari mana fotonya?
aq yakin nich Ito VIKY orang yang pinter, analisanya bagus
Pokoke Webnya/site Pool….
VIKY:
To, ini kan foto standar. Dari GoogleEarth. Gratisan kok.
bagus bang… bagus walaupun terkesan agak subjektif.
mauliate ma di patandahon huta hatubuan i tu sude jolma asa godang ro jolma ro tusi, asa lam maju daerah inon ate.
jujur agak maila iba terhdap bang vicky on, ia iba dang adong dope na binaen tu huta samosir on. sok sibuk do iba puang dison
bang boi do botoon emailmu ?
oh iya kalo abang tak keberatan baca juga “potret kebobrokan pendidikan di samosir”
blog saya : http://rajasimarmata.wordpress.com
mauliate godang bah !!!
mauliate ma di hamu Bang Vik.
Ai au pe, hea do nian sai hu rimang2i, boasa se ikkon adong Tano ponggol.
Ai molo saigot hu di di paboa akka na tua2 tikki dakdanak au di huta (Parapat), tano ponggol i di bane asa boi do kapal kaliling Pulau Samosir, Jadi molo hu bereng. mungkin do sebagai aset pariwisata di baen Halak Bolanda i. Alai dang se binoto.
Boti ma jo sian au.
Molo adong na hurang na lobi, maap lah bang..
awak ini masih belajar nyah.hehehehhe…
Setiap kali saya pulang ke Tarutung,saya merasa seperti dilahirkan kembali ke dunia ini,sepertinya ada sesuatu yang hilang dari dalam diri saya selama ini.
Hmmmmhhhh….Batak memang penuh misteri,banyak orang(baik dalam dan luar negeri) membicarakan yg satu ini.Bahkan saya cukup tertawa ketika ada komentator di salah satu website mengatakan “JANGAN-JANGAN ADAM DAN HAWA TURUN PERTAMA KALI ITU DITANAH BATAK”.
PERLAHAN TAPI PASTI. Batak sudah mulai menunjukkan eksistensinya didunia. Dan masalah besar kita saat ini adalah,bagaimana memberikan penyadaran ini kepada muda-mudi batak. (Globalisasi tidak selalu negatif,dia hanya sepenggal kalimat,kita yang mengisinya). Lomo ni Rohani Debata. Ai Ibana Do Nampuna Hita On
25 taon jadi orang Batak, tapi cuma sekali gw ke Samosir…
keren bang artikelnya
wah aku dah pernah mendaki sama teman ke pusuk buhit kemarin waktu sma berarti tabpa sengaja kami kemarin
menyampaikan sembah pujian pada Tuhan dan memuliakan Sang Pencipta
Kunjungan pertama ke Viky’s Journal.
Arikelnya menarik. Akhir-akhir ini memang gaya penulisan banyak terpengaruh oleh Dan Brown.
Cuma ada sedikit detail informasi geografi yang kurang akurat. Tidak mengubah makna artikel Anda, tetapi agak mengganggu.
…Sekarang pesisir timur itu mati…
…Barus, yang terletak di pesisir timur Sumatera Utara…
–> mungkin maksudnya barat.
Viky, tetaplah menghasilkan karya hebat.
VIKY:
Wah, makasih buat koreksinya mas.. kok bisa terlewat oleh mataku. Skarang sudah kukoreksi.
Aku ini musisi, mas. Bukan penulis. hehehe. Aku nulis buat ngeluarin pemikiran aja kalo gak bisa tidur malem2. Jangan disamain sama Dan Brown lah.. jadi minderlah aku. ngeri kali..
Lae ada pustaha dijual di ebay:
http://cgi.ebay.com/Batak-pustaha-shaman-medicine-divination-Sumatra_W0QQitemZ220179794712QQihZ012QQcategoryZ4172QQrdZ1QQssPageNameZWD1VQQcmdZViewItemQQ_trksidZp1638Q2em118Q2el1247
Terimakasih ito Vicky atas ke cintaanmu ke pulau samosir
pulau samosir memang pulau biasa bukan pulau ajaib, kalau kita memandang pulau samosir kita sendiri yang merasa pulau itu punya daya tarik tersendiri “karena” dari setiap sisi 8 penjuru angin kita pandangin samosir tetap indah dan mempesona bagi mereka yang mempunya daya artistik yang tinggi seperti ito
Tetapi maaf ito, bukan orang Belanda yang memotong Samosir dari pulau sumatra tetapi pemerintah setempatlah yang membuat ide tersebut dengan kata lain Bupati tapanuli utara yang pada saat itu yang aktif bertugas adalah Bupati marga sinaga yang punya hotel SILINTONG di Tuk-tuk siadong.Pada waktu itu dia belum punya hotel disana tetapi hotel pemerintah yang di juluki TUK-TUK HOTEL yang pendapatannya mengisi kas kabupaten tapanuli utara,yang saat ini sudah ganti nama jadi Hotel MADUMA dan di gunakan sebagai kantor lurah tuk-tuk siadong Tentu yang datang kesana adalah tourist manca negara yang kebanyakan orang Belanda . Nah kita penduduk samosir ingin nunjukin apa-apa aja ke unikan yang ada disamosir kepada tourist nah diadakanlah tour satu hari untuk melihat SIALLAGAN yang terkenal dengan batu kursi ,Simanindo dengan rumah bolon dan tor-tor batak pulao tempat makan dan mandi sampai ke Pangururan melihat hot spring .Setelah itu kembali lagi dengan kapal dengan rute yang sama, sepertinya ada rasa bosan maka timbul pertanyaan mengapa tidak di potong aja tanah yang seluas 5 meter ini supaya kapal bisa lewat sehingga tourist bisa menikmati suasa yang berbeda .Dengan persetujuan Bupati tersebut terjadilah pemotongan tanah yang di sebut tano ponggol dan bisa di lewati kapal , jadi bukan orang Belanda yang memotong tetapi kita sendiri untuk sarana pariwisata sayangnya saat ini tidak bisa lagi karena air danau toba semakin surut dan air yang memisah dua tanah Batak itu sudah kering kerontang.
Viva Samosir I,am very-very proud to be a part of it.
jangan merasa rendah hati kalau orang menertawaimu karena berasal dari samosir.
Horas 3x
Melita Sidabutar
Menarik, cerdas !
Tambahan : Kok dari peta kelihatan sekitar Danau Toba itu 75% gundul / gersang ?
Tudia laona haranganki ?
VIKY:
Unang manungkun tu ahu ma, lae. Sungkun hamu ma tu angka maruk uang biadap kapitalis keparat itu.
BUMI KITA HANCUR KARNA PARA PENGUSAHA KAYU TAK MENGHARGAI KARYA ALLAH
Horas lae…Good Idea… Tapi lagi2 semua ini hanyalah sebuah pemikiran yang mungkin belum didukung oleh literatur yang sangat memadai….
… sering timbul kebencian terhadap nenek moyangku ini… tak meninggalkan literatur dan catatan sejarah sehingga kita semua keturunannya ini meraba-raba kebingungan tentang siapa Batak ini… Padahal dia punya tulisan/aksara sendiri yang hanya dimiliki oleh segelintir suku di Indonesia atau seluruh dunia malah…
Menurutku, orangtua kita itu orang yang sangat tidak bijaksana…. Holan namarporangi do huroa…
Kupikir lae, yang harus kita lakukan, terutama generasi muda Batak yang concern terhadap budaya ini adalah re-invented Batak. Bukan membicarakan masa lalu yang tak jelas, akan tetapi mencoba mempelajari kearifan yang ditinggalkan untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan kita (saya pikir itu yang dilakukan Jepang dan Cina sehingga mereka bisa semaju sekarang). Boleh saja gunung menjadi gundul, tano ponggol diponggol muse, akan tetapi jiwa dan semangat ke Batak-an itu harus tetap ada dalam hati. Sampaikan ke anak, cucu, bahwa dia adalah Orang Batak. (Songon halak Israel i).
Jadi, yang kita butuhkan sekarang adalah literatur, tulisan, yang memuat bagaimana Batak itu menyelesaikan persoalan hidup sehari-hari…pernikahan, kematian, hubungan antar keluarga, hubungan sosial dll….
Pemikiran yg bagus lae, let’s say Samosir adalah tanah yg dijanjikan? Berbicara mengenai literature, adalah penting untuk menggali kembali silsilah Batak yg benar dan bisa divalidasi, mungkin LakLak bisa membantu. Simbolon dan Sitanggang hingga saat ini masih gontok-gontokan tentang siapa sebenarnya diantara mereka anak sulung, lalu ada heboh Silalahi Raja yang mengklaim dirinya anak sulung dari klan Silahi Sabungan, yg seperti ini juga perlu diluruskan, but how? Yang sering kupikirkan, mengapa orang Batak selalu berebut menjadi anak sulung? Apa sebenarnya esensi dari anak sulung? Masih ingat kisah di perjanjian lama tentang menggadaikan hak kesulungan?
VIky
Kalaupun semua itu terbukti, si A yang sulung. Then What? Bisa bikin Manusia Batak lebih baik?
Sutralah, fokus aja dengan ACTION (bukan sekedar diskusi melulu tanpa aksi) marpature huta ta.
Luar biasa,……..
Tinggal kita ngebenahinnya gimana ito????
Mungkin selama ini kita semua tidak sadar akan keindahan samosir itu.
Bahkan orang2 rantau sekarang malu mengakui bahwa asalnya dari samosir,…
Karya Hebat To..
Saya setuju dengan ito Pangaribuan di atas.
Kita harus bisa publikasikan bahwa ” BATAK ITU KEREN “
” HORAS BANGSO BATAK “
kapan main ke samosir lagi bang??
VIKY:
Akhir Agustus.
WAh ku terpesona skli sma lae ni bah.
ku pun yg mrsa cinta bgt ma samosir g prnh tau ttg sjrah tano ponggol tu.untunglah djlaskn lae,jd klo ntar ku plg lg k bona pasogit g cma maen2 dsktar tomok ato ajbata yg kbtlan mmang tu jlan bwat k kmpung qta k dolok,tpi jg bsa mngunjungi daerah brat smosir sna yg trnyat msh bnyak sarat dgn kbdayaan2 btak jman dlu.
oy btw,ku pgn mnta sran donk sma lae.krn kbtulan ku pnyuka lagu uning2ngan gondang btak,kra2 lae tau g situs yg bsa ku download lagu2 uning2ngan na?khususnya mp3.
Mauliate y Lae sblumnnya!^_^
VIKY:
Wah, aku juga lagi nyari, lae. Blm dapet juga.
maaf agak di ralat, informasi baru “pusuk buhit” bisa di jalani oleh siapa saja sekarang, udah banyak yang kesana.
dan mengenai ststus samosir pulau ato tidak itu udah urusan belanda bukannya pasrah tp kenyataanya memang demikian semua tataruang wilayah kita di buat oleh belanda, sampai sekarang belum ada yang berani menyangkal bahkan badan yang berhubungan dengan hal tersebut singkatnya bagian pemetaan. terimakasih..
VIKY:
Mauliate, lae. Memang betul… smua itu bikinan Belanda sejak 1875 mreka masuk Sumatera Utara.
Jalan ke pusuk buhit sudah di bangun ke arah puncak dari Limbong. Dari terakhir mobil parkir, jalan kaki tinggal satu jam lagi.
tulisan yang cukup konspiratif.
Bang, saya mau nanya, Tano Ponggol itu jembatan yg menghubungkan Tele-Samosir ya?
saya tidak begitu mengerti penjelasan geografis yg dijelaskan di atas. Tapi saya mengerti maksud Bang Viky memandang Samosir dari puncak Tele, karena saya pernah melakukannya 2tahun yang lalu, bahkan pernah di tengah kabut. Itu luar biasa.
Hmm, apa mungkin pemindahan jalur oleh Belanda itu diupayakan untuk mempermudah jalur misionaris yg bergerak dr arah Parapat ke Samosir, bukan sebaliknya. Atau, pemindahan jalur tersebut bukan ‘mau’-nya Belanda, tapi terjadi secara alamiah (tidak disengaja), karena Belawan dan Selat Malaka memang lebih menarik dari pada Pelabuhan Barus. Sehingga, kesibukan dan pergerakan penduduk pun lebih cenderung mengarah ke Timur.
mampir ke blog ku ya Bang: http://lacapitale.wordpress.com
VIKY:
Memang pemindahan itu seiring dengan berkembangnya usaha perkebunan tembakau, karet, kopi, teh, dll, yang dilakukan oleh Belanda sejak akhir abad ke-19 dan banyak berlokasi di daerah Simalungun. Namun Belanda juga membuat sistem Monopoli perdagangan di Barus yang menyebabkan berkurangnya pedagang asing yang ‘hinggap’ di kota tersibuk di Sumatera Utara tersebut. Kondisi ini berlangsung selama puluhan tahun. Ya pastilah lama kelamaan Medan (beserta Belawan sebagai entri pointnya) jadi makin populer dan berkembang hingga sekarang.
Horas lae! adong do untungna di potong Belanda tano ponggol i ibahen gabe terkenal TAO TOBA PULO DI ATAS PULO. Alai nuaeng so tardok be boha manggambarhon hutatai, tu tao i do tempat sampa di bahen. dang adong kesadaran manjanga asa ias tao i. apalagi angka naposona sopola di boto be adat, nungga moru hasadaan ni roha i.
Yang pasti Pulau Samosirku , pulau yang sangat indah dan membanggakan. Danau Tobaku.. danau terindah yang merindukan…..Heheheh
terima kasih laeku karena menjelaskan tentang pulau samosir, jadi mana yang benar tentang penjelasan yang sering saya baca dibuku itu fenomena alam atau kerjaan belanda.
sebagai putra asli samosir yang lahir dan besar disana,saya merasa sangat berterima kasih atas pemikiran abang…
dengan membaca artikel abang nih, rasa cinta saya akan tano hatubuan semakin besar..
samosir is really great of masterpiece of GOD…
horas ma dihita sudena lae,pariban tunggane,akka sudena halak batak
sattabi, baru mampir bah ke dunia virtualnya vicky ini. tadinya mo hunting peta samosir, kebetulan ada gagasan mau hunting tempat-tempat eksotik Danau Toba dengan Samosirnya, yang notabene dikelilingi Bukit Barisan.
eh, malah asik baca ulasan (bisa dibilang analisis?) tongginghill,
saya kira, kita harus mendukung secara penuh pembentukan Provinsi Tapanuli. Terkait kebangkitan jalur pelabuhan internasional Barus, itu kan jalur tapanuli coi, Samosir-Tele-Dolok Sanggul- Siborong-borong-Tarutung-Sibolga-Barus, memotong jalur tengah Sumatera. Jadi sangat mungkin melalui propinsi Tapanuli, generasi Batak Modern akan membangkitkan kerajaan lama, yang konon termasyhur dalam kepemimpinan Raja Uti (makamnya di Lobu Tua-Barus, saya sudah mampir kesana, makam ni oppu iii… hehehe)
Panggilan itu sudah mulai spreading, saya sudah meliat beberapa orang/lembaga yang sedang merintis jalan-jalan baru, menjadikan Tapanuli kembali menjadi kiblat Republik ini.
saya bukan anti pulau Jawa, apalagi anti Indonesia (awa nasionalis coi) tapi rasa-rasanya tidak terwujud keseimbangan dan pemerataan pembangunan. Sementara 269.000 Ha hutan produktif siapa yang menikmati? 500Mwatt potensi listrik dari PLTA sigura-gura, siapa yang menikmati?
Saatnya membangun Tapanuli, bagaimana caranya? langkah pertama mempelajari Local-based Development, kita harus menjalin hubungan kondusif antara masyarakat Pangaranto (yang sudah terkooptasi dengan sistem glogal community?) dengan masyarakat immobile, masyarakat Bonapasogit. Dan seterusnya,
Mauliate
-anak kampung-